Thursday, November 15, 2018
Home > Lifestyle > Tips Menggeluti Usaha Pelayanan Ekspedisi

Tips Menggeluti Usaha Pelayanan Ekspedisi

Tips Menggeluti Usaha Pelayanan Ekspedisi

Jasa ekspedisi dewasa ini sudah menjadi kebutuhan wajib dalam masyarakat. Hal ini dipicu oleh semakin berkembangnya toko online yang tentunya memerlukan jasa ekspedisi untuk mengirimkan produk yang dijual kepada pembeli. Tidak heran bila kemudian perusahaan penyedia jasa pengiriman kian menjamur. Meski demikian, masing-masing tetap dapat bertahan dan memiliki pelanggan setia. Kehadiran e-commerce atau marketplace pun turut menyuburkan bisnis ini, sebab department store virtual tersebut faktanya cukup berperan besar karena meningkatkan transaksi jual beli barang secara online yang secara berkelanjutan turut berdampak kepada meningkatnya penggunaan jasa ekspedisi. Dengan kondisi yang menjanjikan tersebut, maka tidak ada salahnya apabila membuka usaha pengiriman barang sebagai bisnis sampingan untuk menambah pemasukan.

Franchise Jasa Ekspedisi Barang

Jika menginginkan cara yang mudah dalam menggeluti bisnis pengiriman barang, maka bergabung dalam franchise perusahaan ekspedisi yang sudah terkenal adalah solusi terbaik. Calon pebisnis hanya perlu mendaftar sebagai agen pada perusahaan tersebut untuk membukanya di daerah tempatnya tinggal. Di sini, posisi calon pebisnis adalah menjadi investor. Dalam tahap awal, mereka harus menyetorkan sejumlah besar uang untuk mendapatkan hak penggunaan merk serta perlengkapan standar yang dibutuhkan, seperti komputer dan printer untuk mencetak resi transaksi. Biaya yang dibutuhkan untuk menjadi agen memang cukup besar, karena selain membayar merk kepada perusahaan ekspedisi, mereka juga masih harus menyediakan kantor operasional sesuai standar badan usaha tersebut, yakni berada di pinggir jalan raya yang mana mudah diakses oleh masyarakat sekitar. Juga, menyediakan jaringan internet yang stabil karena bisnis pengiriman membutuhkan input data secara real-time. Dan, agen juga masih harus membayar karyawan, kecuali ingin menjaga outletnya sendiri yang tentunya tidak memungkinkan bila berstatus sebagai karyawan sebuah perusahaan, sedangkan syarat lain dari perusahaan ekspedisi adalah jam operasional kantor cabang harus sesuai peraturan yang telah ditentukan.

Namun, meskipun demikian, menjadi agen perusahaan ekspedisi yang sudah populer tidak sesulit bila merintis jasa ekspedisi dengan merk sendiri. Pertama, karena menjalin kerja sama dengan maskapai penerbangan, perlayaran dengan kargo kapal, serta jalur darat melalui perusahaan kereta api dan bus eksekutif yang selama ini membantu untuk pengiriman barang antar kota, provinsi, bahkan luar negeri tidaklah mudah. Kedua, meskipun berhasil menjalin kerja sama dengan perusahaan perantara pengiriman, merintis kantor cabang di wilayah lain untuk menyalurkan pengiriman barang bukanlah hal yang mudah karena belum tentu ada agen yang ingin bergabung, ataupun bila membuka secara pribadi tentu membutuhkan modal yang jauh lebih besar dibanding memposisikan diri sebagai seorang agen belaka. Ketiga, mem-branding jasa pengiriman barang secara nasional cukup sulit, karena mayoritas masyarakat akan lebih memilih menggunakan jasa ekspedisi senior.

Meski demikian, bukan berarti menjadi agen tidak akan memiliki kendala. Terutama dalam mendapatkan pelanggan. Sebagaimana yang telah diketahui secara luas, beberapa perusahaan ekspedisi terkenal telah masuk dalam daftar hitam masyarakat akibat pelayanan yang buruk. Contohnya, beberapa tahun lalu beredar video paket-paket konsumen dari salah satu perusahaan ekspedisi terkenal diperlakukan dengan sangat buruk, yakni dengan cara dilempar-lempar, bahkan dibanting. Padahal, banyak barang berjenis fragile atau mudah pecah dan sudah terdapat pemberitahuan di bungkus paket, yang kemudian merusak isi paket. Juga kasus pembukaan paket tanpa izin konsumen oleh pihak ekspedisi dengan dalih pengecekan, namun ketika sampai di tangan penerima paket yang tertera, isi paket hilang atau tidak sesuai dengan yang seharusnya karena diambil maupun ditukar oleh oknum-oknum pegawai ekspedisi yang nakal. Tindakan kecurangan semacam itu kemudian membuat konsumen merasa kapok untuk kembali menggunakan jasa perusahaan ekspedisi tersebut yang otomatis juga akan berimbas kepada sepinya kantor cabang yang dibuka oleh para agen karena citra perusahaan induk sudah terlanjur buruk.

Merintis Merk Perusahaan Ekspedisi Sendiri

Tetapi, masih ada jalan lain apabila memang ingin memiliki perusahaan ekspedisi pribadi dan bukan menjadi agen dari badan usaha pengiriman barang yang sudah terkenal. Yaitu, dengan merintis dari nol dan secara bertahap. Dengan demikian, modal yang dibutuhkan pun dapat diminimalisir. Namun, tentunya dalam membangun merk dagang sendiri memerlukan kesabaran ekstra. Sebagai langkah pertama, sebaiknya membuka layanan antar barang secara regional dahulu. Maksudnya adalah menyediakan pengiriman barang atau makanan dalam kota atau daerah domisili. Jadi, pelanggan dapat menggunakan jasa untuk mengirimkan produk yang dijual kepada pembeli di dalam kota dengan memanfaatkan jasa ekspedisi tersebut yang tentunya dapat sampai hanya dalam hitungan jam karena areal jangkauannya hanya meliputi wilayah kota atau kabupaten tersebut saja. Bisnis semacam ini sudah cukup banyak ditekuni oleh mereka yang tidak ingin bergabung menjadi agen ekspedisi nasional. Keuntungannya pun cukup menjanjikan, terutama melalui pengiriman makanan yang sifatnya harus segera sampai ke tangan pembeli karena mudah basi.

Bila ingin menekuni bisnis pengiriman regional, maka penting untuk menjalin kerja sama dengan merchant-merchant di daerah tersebut. Penting untuk melakukan pendataan toko, outlet, maupun tempat kuliner yang ramai untuk kemudian menawarkan diri menjalin kerja sama. Terutama merchant yang tidak menyediakan jasa kurir pribadi untuk pengiriman karena kurangnya tenaga dan outlet terlalu ramai untuk ditinggalkan melakukan delivery order. Jika mereka bersedia untuk bekerja sama, setiap order pengiriman untuk konsumen akan dilimpahkan kepada perusahaan ekspedisi lokal yang bersangkutan. Selain itu, manfaatkan pula komunitas jual beli di sosial media untuk mempromosikan perusahaan dengan menempatkan diri sebagai perantara pengiriman antara penjual dan pembeli yang tidak memungkinkan untuk bertransaksi langsung dengan bertatap muka.

Guna memudahkan pelanggan untuk mengakses, baik merchant untuk melakukan order pengiriman maupun pembeli yang ingin memesan untuk dibelanjakan sesuatu, maka alangkah baiknya untuk menyediakan aplikasi khusus yang berbasis pada perangkat pintar selain pula menyediakan kontak pribadi perusahaan bagi mereka yang tidak menggunakan smartphone. Dalam aplikasi tersebut, perusahaan dapat menyediakan daftar merchant yang telah bekerja sama maupun belum untuk memudahkan pembeli memilih pesanan yang diinginkan. Sedangkan untuk pihak merchant disediakan opsi khusus untuk detail info pengiriman seperti nama dan alamat konsumen yang dituju. Guna membuat aplikasi semacam itu, dapat menggunakan jada software maker yang dapat dengan mudah ditemui di internet. Namun, akan lebih baik bila dalam perusahaan sendiri ada cukup menguasai program-program IT, selain untuk membuatkan aplikasi semacam itu juga bertugas membuatkan website pendukung serta grafis-grafis atau keperluan lain menyangkut komputasi yang akan semakin menunjang kinerja perusahaan. Ajak kerabat, teman, atau kolega yang memiliki pengetahuan IT yang cukup untuk bergabung dengan perusahaan atau menjadi joint partner, karena bekerja sama dengan orang yang dikenal tentunya akan lebih nyaman karena dapat mendiskusikan poin-poin yang diinginkan secara mendetail dengan lebih santai.

Like and Share ya 🙂

shares