Saturday, September 22, 2018
Home > Parenting > 7 Tahap Perkembangan Sosialisasi Anak Umur 1-12 Bulan

7 Tahap Perkembangan Sosialisasi Anak Umur 1-12 Bulan

Tahap Perkembangan Sosialisasi Anak Umur 1-12 Bulan

Para orang tua perlu memantau tumbuh kembang anak setiap harinya. Apalagi di usia awal bayi yang berumr 1-12 bulan. Aspek-aspek perkembangan pada bayi meliputi aspek sosial, perkembangan fisik serta gerakan motorik kasar dan halus. Berikut ini 5 tahap perkembangan aspek sosial pada anak Anda mulai dari umur 1-12 bulan.

  1. Umur 1-2 Bulan

Pada saat bayi berumur 1-2 bulan, mereka dapat bereaksi terhadap rangsangan yang terdapat di sekeliling mereka. Mereka tidak dapat membedakan apakah rangsangan tersebut berasal dari benda mati ataupun manusia. Tanggapan yang diberikan bayi pada rangsangan ini adalah dengan gerakan reflek pada jemari ataupun kedua kakinya.

Di umur ini bayi juga mampu menatap wajah ibu saat sedang menyusuinya. Mereka juga dapat melihat arah gerak kepala seseorang yang menggendongnya dan memberikan senyuman. Meski nampak memperhatikan, bayi masih belum mampu membedakan dengan jelas suara manusia dengan suara benda lain yang berada di sekitarnya.

  1. Umur 3-4 Bulan

Pada umur 3-4 bulan bayi mulai dapat mengenali wajah orang-orang di sekitarnya. Hal ini disebabkan karena bayi mulai memahami perbedaan antara manusia dengan benda mati. Mereka sering menangis saat ditinggal untuk menunjukkan ekspresi rasa takut yang ada pada diri mereka. Hal ini baik bagi tumbuh kembang anak Anda.

Bayi cenderung memberikan respon tertawa ataupun tersenyum saat orang-orang mengajaknya bercanda. Mereka juga dapat menunjukkan ekspresi senang dengan tersenyum sambil menyepakkan kedua kaki dan melambaikan tangan. Mereka seringkali memalingkan muka untuk mencari arah sumber suara yang mereka dengar.

  1. Umur 5 Bulan

Tahap perkembangan bayi 5 bulan adalah tahapan yang paling penting untuk mengajarkan sosialisasi yang baik. Ajaklah bayi bermain permainan sederhana ataupun mengajak mereka mengobrol hal-hal kecil, karena di umur 5 bulan bayi dapat dengan mudah merespon hal-hal di sekelilingnya dengan cepat.

Selain tersenyum, bayi juga menanggapi hal-hal di sekitarnya dengan bergumam atau ikut berbicara dengan bahasa sederhana seperti ah atau oh. Bayi juga dapat membedakan suara bernada marah dengan suara bernada senang yang ditujukan kepadanya. Oleh karena itu, Anda harus lebih berhati-hati saat berbicara dihadapan anak Anda.

  1. Usia 6-9 Bulan

Di umur 6-9 bulan, bayi mulai menunjukkan tingkah laku yang lebih aktif seperti memainkan rambut orang yang menggendongnya, meraba dan mencubit kecil wajah ibu saat memberinya ASI, ataupun mengajak bermain seseorang yang dikenalnya. Bayi juga mampu menirukan beberapa perkataan yang mudah untuk menanggapi lawan bicaranya.

  1. Usia 10-12 Bulan

Di usia 10-12 bulan, mereka mulai menunjukkan kemudahan berinteraksi dengan orang-orang dewasa di sekitarnya seperti mengoceh untuk mendapat perhatian, mengajak bercanda dengan bertingkah lucu, ataupun tertawa lepas saat melihat hal yang disukainya.

Mereka juga mampu menahan diri sebagai respon dari kata “jangan” yang diucapkan oleh orang dewasa. Mereka mulai dapat beradaptasi dengan orang lain yang belum dikenal meski mungkin merasa tak nyaman jika orang tersebut menyentuh mereka.

Bentuk sosialisasi yang baik harus mulai diajarkan pada anak sejak dini. Hal ini untuk mempersiapkannya menjadi pribadi yang mampu beradaptasi di lingkungan masyarakat. Tahap perkembangan bayi 5 bulan menjadi awal meningkatnya sosialisasi pada anak. Anda dapat memberikan pengajaran sederhana seperti mengajaknya bermain di usia tersebut.

Like and Share ya 🙂

shares